Pajak Restoran

Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering

 

OBJEK PAJAK RESTORAN

 

Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran. Pelayanan yang disediakan Restoran meliputi pelayanan penjualan makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi oleh pembeli, baik dikonsumsi di tempat pelayanan maupun di tempat lain.

TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK RESTORAN

 

Tidak termasuk objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran yang nilai penjualannya tidak melebihi Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) perbulan.

SUBJEK PAJAK RESTORAN

 

Subjek Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang membeli makanan dan/atau minuman dari restoran.

WAJIB PAJAK RESTORAN

 

Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan restoran

DASAR PENGENAAN

 

Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima atau yang seharusnya diterima restoran.

TARIF PAJAK RESTORAN

 

Tarif Pajak Restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

BESARAN POKOK PAJAK

Besaran pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak.

 

SIMULASI PERHITUNGAN PAJAK RESTORAN

Perhitungan Besaran Pajak Restoran

Pajak Terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak

Contoh Misalnya Restoran Z mendapat omset dalam satu bulan sebesar Rp. 20.000.000,-

 

Omset Restoran Z

Rp      20.000.000

Dasar Pengenaan Pajak Restoran Z

Rp      20.000.000

Tarif pajak Restoran Z

10% x Rp. 20.000.000

Rp        2.000.000

BESARNYA PAJAK YANG DIBAYAR PADA BULAN ITU

( 1 Januari s/d 31 Januari 2017 )

Rp        2.000.000

 

Untuk pertanyaan seputar pajak, silahkan kirim pertanyaan melalui form dibawah ini :

[ninja_form id=1]